Dengan album perdananya yang rilis pada 2019 lalu dan diberi nama Super Sad Genertion,
Arlo Parks berhasil mencuri perhatian publik inggris dan mendapat pujian dari para
kritikus musik Inggris sana. Diluncurkan sebagai vinyl dan rilis terbatas album ini menelurkan single yang menjadi jagoan pada album ini adalah Super Sad Genertion sekaligus judul dari album pertamanya.
Di 2021 ini pada bulan januari Arlo Parks kembali menelurkan sebuah album bertajuk Collapsed in Sunbeams. Album ini bahkan mendapat sebuah penghargaan dari Mercury Prize besaing dengan Musisi seperti Wolf Alice, Celeste dan band Shoegaze Mogwai dan mengalahkan mereka. Parks pun mendapatkan hadiah dari penghargaan tersebut sebesar 25 ribu poundstrling. Gadis eksentrik ini menerima penghargaan tepat di kampung halamannya Hammersmith, London. Pada gelaran acara tersebut diadakan. Para juri menyebutnya sebagai solois yang menunjukan bagaimana menjadi kuat secara diam-diam didunia kebisingan ekstrovert.
Sebagai info tambahan , Mercury Prize adalah ajang penghargaan untuk para musisi asal kepulauan british yakni britannia dan irlandia. Sebagai altenative penghargaaan Brith Award.
Pada album Collapsed In Sunbeams terdiri dari 12 lagu yang ditulis sendiri oleh Arlo. Dengan balutan musik indie yang terasa berbeda . Gadis pemilik suara soul yang kental ini memiliki bakat yang sangat luar biasa pada musik.
Dengan karakter vocal dan Kepiawaiannya mengolah vocal Arlo Parks, diprediksi akan menjadi lebih besar di hari dan tahun berikutnya. Musik Indie-soul yang selalu membuat orang begitu terkesima dengan dibantu style penampilan eksentriknya akan
membuat orang mudah mengingatnya ditunjang usia yang sangat muda (21 tahun) tentu karirnya masih sangat panjang dan album album keren akan lahir di tahun tahun berikutnya untuk karya dan kreativitasnya di dunia musik.
diperbaharui : 13 Januari
Post Terkait
Komentar
Posting Komentar