Nothing Energi Positif Band Undergound


Terbentuk di Philadelphia, Amerika Serikat pada 2010 silam, Nothing meluncurkan Album Ep perdananya pada tahun 2012 dengan title Downward Years To Come dengan berisi 5 track lagu. Lalu pada 2014 band bergenre Shoegaze, Dream Pop, Noise yang sangat melodius ini, mengeluarkan debut album mereka dengan judul Guilty of everything. Dibawah label Relapse Record Nothing menyuguhkan 9 lagu berdurasi 39 menit 33 detik.

Konsep genre unik mencampur beberapa genre yang ada, dengan root noise dengan efek yang bergemuruh ditambah suara vocalis mereka Nicky Palermo seperti berbisik tanpa power yang mana anak-anak dream pop biasa bernyanyi, namun dilantunkan secara emosioanal penuh penghayatan yang mendalam menjadikan lagu-lagu Nothing sangat mudah untuk dicerna dan dikenali bagi para pecinta scene ini.

Pada 2016 mereka menelurkan kembali LP keduanya dengan title 'Tired of Tomorrow'
10 lagu didalamnya berdurasi 45,08 menit. Lagu yang paling admin suka adalah  ACD (Abcessive Compulsive Disorder), lagu yang sangat mendayu dayu , Slowcore banget.

Sempat ke Indonesia untuk memperkenalkan musik mereka pada 2017 silam dan manggung bersama Barefood, Total Jerks dan Collapse band asal bandung. Digelar di Rossi Musik jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Mereka juga singgah di beberapa kota di negara-negara Asia lainnya dalam tour mereka. Bahkan simpang siur akan tampilnya Nothing di 2019 sampai kini tak ada kabarnya lagi.

Berselang  dua tahun dari LP keduanya Nothing di 2018 menggebrak dengan Album ketiga mereka bertajuk 'Dance On The Blacktop'. Masih dibawah label Relapse Record, Domenic "Nicky" Palermo - vocals (2010-present), guitar (2010-2011, 2012 present), keyboards, synthesizer (2010-2012) Kyle Kimball - drums (2013-present) Doyle Martin - guitar, backing vocals (2019 present) mereka semua selalu berembuk untuk membuat sebuah lagu dan lyrik yang akan mereka rekam.

Dan terakhir pada 2020 Album LP kempat lahir, mereka namai albumnya The Great Dismal, yang menyita para pecinta Nothing. Semua kekakuan yang ada pada album-album Nothing sebelumnya kini semakin lentur dan flexible saat lagu di track pertama mereka 'A Fabricated Life' mengayunkan nada yang begitu menentuhdarisekujur tubuh membuat merinding bulu kuduk dengan durasi 5 menit lebih saehingga semakin terasa lama bila kita mendengarenya. Diselingi lagu kedua dengan judul 'Say Less' yang akan mebuat kita tersentak dan terbangun dari tidur kita dengan segala kemarahan yang dilantunkan Aaron. Stelah itu ada lagu 'April Ha Ha', Catch a Fade, Famine Asylum , dan lagu ke sepuluh atau lagu penutup 'Ask the Rust'.

Hal menarik dari Band Nothing ini adalah, band ini didirikan oleh Dominic Nicky Palermo vocalis mereka, yang ternyata anggota sebuah band hardcore yang harus bubar setelah menelurkan  dua EP karena Nicky harus berurusan dengan polisi karena tindakan penusukan terhadap sesama geng yang sedang bersaing. Sebagai konsekwensi atas tindakanya itu Nicky harus mendekam dipenjara selama dua tahun. "Tahun tahun yang penuh kekerasan dialaminya selama awal 2002an ketika usianya masih 20an dan belum bisa mengendalikan emosi". Ujarnya dalam sebuah wawancara

Personil mereka lainya Aaron Heard sang basist yang masuk di album The Great Dismal merupakan vocalis band Hardcore di band sebelumnya bernama Jesus Pieces yang menghasilkan album split bersama Malice At The Palace dan debut albumnya Only Self pada Tahun 2018. Bahkan ada video insiden terlihat Aaron menendang seorang penonton didepannya dengan sangat brutal. Juga Aaron ini penggiat menentang perlakuan rasis terhadap orang kulit hitam maupun Asia Amerika yang merebak baru baru ini. Walaupun akhirnya dia harus cabut dan fokus ke band hardcorenya dan digantikan oleh Christina Michelle.







diperbaharui : 13 Januari
Post Terkait

Komentar

Artikel lainya